Mengatasi Kencing Manis

Diabetes Melitus merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan adanya penurunan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Akibatnya, seluruh gula atau glukosa yang dikonsumsi oleh tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa yang ada di dalam tubuh.

Penyakit Diabetes Melitus saat ini sudah terjadi di seluruh dunia. Negara yang terserang penyakit ini bukan hanya di negara-negara maju saja, akan tetapi di negara-negara berkembang seperti Indonesia pun nampaknya sudah mulai memiliki probilitas terserang penyakit ini. Menurut data yang ada pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita DM terbanyak setelah India, China, Uni Soviet, Jepang dan Brazil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 5 juta. Lalu pada tahun 2000, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes melitus. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 % yang sadar mengidapnya dan diantara mereka baru sekitar 30 % yang datang berobat teratur, baik itu yang datang ke rumah sakit ataupun dengan bantuan obat tradisional diabetes melitus.

Banyak orang yang tidak menyadari bila dirinya terserang atau mengidap penyakit diabetes atau yang biasa dikenal dengan kencing manis. Hal ini dilatar belakangi oleh minimnya informasi atau pengetahuan lebih lengkap mengenai penyakit diabetes terutama gejala diabetes yang sering kali dianggap remeh dan tidak dihiraukan. Namun sebenarnya penyakit diabetes ini dapat disembuhkan dan dicegah dengan menggunakan obat herbal sebagai obat tradisional yang dapat mencegah dan mengobati diabetes. Herbal diyakini dan masih dipercaya memiliki khasiat dan manfaat yang sangat baik untuk mengobati berbagai jenis penyakit apapun.

Salah satu herbal tradisional yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati diabetes adalah buah pare. Buah pare merupakan buah yang memiliki tingkat rasa yang cukup pahit, buah ini banyak digunakan dalam sayuran jenis apapun. Buah pare ternyata menjadi salah satu pilihan obat terbaik untuk menyembuhkan diabetes, hal ini dilatar belakangi oleh kandungan senyawa alamiah yang terdiri dari saponin, flavonoid dan polifenol (antioksidan), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin yang dapat menurunkan gula darah.

Buah pare memiliki manfaat untuk menurunkan gula darah, mencegah usus menyerap gula secara berlebihan. Senyawa yang paling kuat dari buah pare adalah adanya kandungan komponen yang menyerupai sulfonylurea yang merupakan obat anti diabetes. Buah pare yang digunakan adalah buah pare yang paling tua dan paling banyak digunakan. Selain itu buah pare berfungsi untuk menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh untuk memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glycogen d hati. Efek pare dalam menurunkan gula darah diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin. Selain itu insulin mengandung saponin (triterpen) yang bekerja dengan aktivitas yang mirip insulin, sehingga dapat memasukkan glukosa dalam darah ke dalam sel.

Cara Penggunaan Pare

Cara pertama : Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.

* Cara kedua : Untuk penggunaan biji pare, yaitu dengan cara sediakan 200 gram biji pare, kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari.

Efek farmakologis dari tanaman ini rasanya pahit dan sifatnya dingin, pare berkhasiat sebagai antiradang, menurunkan kadar glukosa darah, untuk mengobati batuk, radang mata merah, radang tenggorokan, rematik dan sariawan disentri. Cara pemanfaatan pare untuk mengatasi Diabetes Melitus, yaitu dengan cara Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu. Untuk penggunaan biji pare, yaitu dengan cara sediakan 200 gram biji pare, kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari.

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diabetes Melitus di Indonesia

Terjadinya ledakan jumlah penderita penyakit diabetes melitus di Indonesia sejak tahun 2000 terdapat hampir sekitar 8,4 juta penderita penyakit diabetes melitus dan diprediksi jumlahnya akan mencapai menjadi 21, 3 juta pada tahun 2030. Ini membuat Indonesia tercatat sebagai negara keempat dengan penderita diabetes terbanyak didunia setelah India, China dan Amerika Serikat. Menurut WHO penyakit yang berhubungan dengan sistem metabolik misalnya seperti diabetes dan obesitas ini sekitar 80% terjadi pada negara berkembang dan pada usia yang produktif.

Penyakit diabetes mellitus atau penyakit kencing manis bisa menyebabkan penderitanya rentan infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru dan infeksi pada kaki yang bisa mengarah pada amputasi. Diabetes juga bisa menyebabkan kelainan pada pembuluh darah retina dan bisa berakhir dengan kebutaan atau retinopati diabetik. Banyak yang beranggapan diabetes merupakan salah satu penyakit di negara Barat, padahal di sebagian besar negara Asia, saat ini terjadi peningkatan yang sangat cepat jumlah penderita diabetesnya.

Salah satu cara menghindari penyakit diabetes melitus di Indonesia adalah dengan tidak mengonsumsi gula tambahan dalam minuman dan mkanan. Menurut salah seorang ahli gizi, gula tambahan atau free sugar merupakan gula yang didapat dari proses kimiawi dan kemudian ditambahkan dalam produksi makanan.

WHO merekomendasikan gula tambahan < 10% dari total energi. Penyakit diabetes melitus di Indonesia sendiri disebabkan karena masyarakatnya belum bisa membatasi konsumsi gula tambahan. Gula tambahan misalnya adalah gula pasir dalam pembuatan sirup atau jus. Maltodextrin dan juga dextrosa adalah gula tambahan berbahan dasar jagung sedangkan isomaltulose olahan dari madu dan gula tebu. Berdasarkan penelitian, 90% gula tambahan digunakan dalam produk susu, disusuol dengan produk buah-buahan sekitar 80%, sedangkan jeli sirop, madu sebanyak 50%.

Penyakit diabetes melitus di Indonesia bisa menyerang siapa saja, termasuk yang masih muda. Kabar baiknya adalah penyakit ini bisa dicegah dengan cara mengubah gaya hidup. Jangan terlalu gemuk, jangan banyak makan makanan yang berlemak dan manis dan perbanyaklah gerak.

Posted in Cara Mengatasi Kencing Manis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Lain Diabetes

Apa Penyebab Diabetes yang tidak tergantung pada insulin ?

Penyebab Lain Diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Dibawah ini dijabarkan beberapa yang terpenting.

  • Faktor Keturunan

Diabetes yang tidak tergantung pada insulin lima kali lebih lazim terjadi pada orang-orang yang bertalian darah dengan pengidap diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki diabetes di dalam keluarganya.Risiko ini meningkat menjadi 50 % jika terjadi kegemukan.

Meningkatnya penyimpanan energi di dalam tubuh dianggap menguntungkan bagi orang dengan pasokan makanan yang tidak dapat diramalkan, terutama bagai meraka yang termasuk dalam kelompok prasejahtera. Akan tetapi, jika makanan mudah tersedia, meningkatnya timbunan energi di dalam tubuh dapat menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan mungkin diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Ini mungkin menjelaskan mengapa jenis diabetes ini lebih lazim terjadi pada orang-orang yang mengadopsi gaya hidup barat. 

  • Obesitas

Gaya hidup yang minim gerak pada masyarakat perkotaan dan pasokan energi yang berlebihan meningkatkan resiko terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin.Resiko terkena diabetes menurun sebanyak 6% untuk setiap 500 kilo kalori (kkal) yang digunakan dalam olahraga setiap hari. Diyakini bahwa distribusi lemak di dalam berbagai bagian tubuh dan jumlah total lemak di dalam tubuh penting dalam menentukan besarnya resiko terkena Gejala Diabetes yang tidak tergantung pada insulin.Orang yang memiliki lemak berlebihan pada batang tubuh, terutama jika itu berada pad bagian perut, lebih mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Ini karena lemak pada orgtan-organ perut tampaknya lebih mudah diolah untuk memperoleh energi. Ketika lemak diolah untuk memperoleh energi, kadar asam lemak di dalam darah meningkat. Tingginya asam lemak di dalam darah meningkatkan  resistensi terhadap insulin melalui aksinya terhadap hati dan otot-otot tubuh.

  • Malnutrisi

Diyakini bahwa anak-anak yang mengidap malnutrisi selama tahap perkembangan yang kritis di dalam rahim ibunya atau selama tahun pertama kehidupan mereka lebih mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin di kemudian hari. Ini mungkin karena nutrisi yang tidak cukup, terutama kekurangan protein dilahirkan bisa menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki atas sel-sel beta di dalam pulau-pulau Langerhans. Karena sel-sel beta ini melepaskan insulin, kerusakan atasnya bisa menyebabkan kurangnya produksi insulin di masa datang.

  • Obat-obatan

Konsumsi obat-obtan yang berkepanjangan, seperti steroid atau beberapa obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi bisa menyebabkan diabetes yang tidak tergantung pada insulin.

  • Beberapa Penyebab Lain

Penyebab Lain Diabetes yang tidak tergantung pada insulin juga bisa terjadi selama kehamilan, atau sebagai akibat dari beberapa penyakit pada kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran di adalam tubuh yang menghasilkan berbagai hormon.

Apa saja gejala diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

Banyak orang yang mengidap diabetes yang bisa saja tidak mengalami gejala apapun. Hal ini dapat didiagnosis selama pemeriksaan infeksi kulit atau gangguan penghlihatan rutin. Gejala Diabetes mencakup meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus, dan kelaparan yang berlebihan, perasaan lemah atau lelah yang terus-menerus, sulit sembuhnya luka, rasa kebas atau kesemutan di kaki, infeksi kulit, dan penglihatan yang kabur dan rusak sama sekali.

 

Posted in kencing manis | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Diabetes Tipe I

Pengobatan Diabetes Tipe I Serangkaian program suntikan insulin, diet dan olahraga dianjurkan untuk penanganan diabetes tes Tipe I. Insulin hanya bisa diberikan dalam bentuk suntikan. Ini karena insulin adalah suatu protein jika diberikan dalam bentuk oral akan hancur pada saat dicerna sehingga rusak.

Apa Saja Jenis Insulin?

Ada beberapa jenis insulin. Semua jenis ini berbeda dalam tiga karakteristik utamanya: (a) Waktu yang dibutuhkan untuk mulai berpengaruh pada sel-sel tubuh setelah penyuntikan, (b) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak aktivitas, dan (c) Lamanya insulin beraksi. Berdasarkan kriteria dia atas, suntikan insulin bisa dikelompokkan menjadi short-acting, intermediate-acting, dan long-acting.

Puncak aksi dari insulin short-acting dicapai dalam waktu 1-3 jam dan insulin akan bekerja selama 4-8 jam.Insulin Intermediate-acting mencapai puncak aksi dalam waktu 4-6 jam dan kerjanya berlangsung selama 8-12 ja. Insulin Long-acting manusia mencapai puncak dalam waktu 4-8 jam dan kerjanya berlangsung selama 8-14 jam.

Insulin short-acting juga dikenal sebagai insulin solube (mudah larut) atau reguler tampilannya transparan.

Insulin Intermediate-acting mengandung NPH (Neutral Protamine Hagedorn) dan Lente Insulin. NPH adalah insulin yang telah dimodifikasi dan mengandung jumlah kecil protamina, salah satu kelompok protein sederhana. Kerjanya dimulai lebih cepat dan efeknya berlangsung dalam durasi menengah. Lente insulin, yang dibuat dari ultralente dan semilente insulin, memiliki karakteristik yang sama dengan insulin NPH.

Insulin long-acting mencakup protamine zinc insulin dan ultralente. Keduanya memiliki jangka waktu aksi yang diperpanjang. Insulin-Insulin ini tidak lazim digunakan untuk Pengobatan Diabetes Tipe I.

 

Belakangan ini, pre-mixed insulin sudah tersedia dan lebih disukai. Insulin ini mengandung Insulin short-acting dan internediate-acting. Insulin pre-mixed mencegah resiko yang mungkin terjadi akibat mencampur secara manual dosis yang kurang tepat dari beberapa jenis insulin. Namun insulin tersebut hanya dianjurkan jika Kadar Gula Darah terkontrol dengan baik.

Sebelumnya, insulin diambil dari pankreas beberapa hewan. Akan tetapi, dewasa ini insulin bio-sintesis juga tersedia dan mirip dengan insulin manusia. Kendati mahal harganya, insulin manusia tetap lebih disukai karena sangat mengurangi resiko komplikasi seperte resistensi insulin.

Insulin manusia disiapkan dengan menyalin dan meletakan gen (unit dasar materi genetis) manusia, yang mengkode protein insulin, ke dalam suatu bakteri. Beberapa teknik diterapkan atas gen ini agar bakteri mau menggunakannya sehingga insulin diproduksi oleh bakteri itu setiap hari. Insulin dari bakteri tersebut lalu diubah menjadi insulin manusia melalui bebrapa teknik yang canggih. Insulin manusia juga dapat disiapkan dengan menggunakan sel-sel khamir ketimbang bakteri.

Kapan Insulin Dianjurkan untuk mengontrol diabetes?

Insulin dianjurkan bagi lima kondisi utama:

  • Diabetes pada anak-anak
  • Diabetes pada orang yang kekurangan berat badan dan kekuranga gizi
  • Kecendrungan untuk menderita ketoasidosis pada pengidap diabetes
  • Dalam keadaan darurat, seperti pembedahan,kehamilan,demam tinggi. Atau koma diabetik.
  • Jika metode pengendalian kadar gula darah, seperti obat-obatan, diet, dan olahraga tidak efektif.

Memantau kesehatan anda bila memiliki diabetes sangat penting untuk mencegah beberapa komplikasi yang terkait dengan diabetes.Hal ini dilakukan dengan mengetahui Kadar Gula Darah anda,tekanan darah dan kadar lemak darh serta kondisi kaki anda dan memriksakan mata anda untuk retinopati.Dengan disiplin menerapkan gaya hidup sehat dan memantau keksehatan dengan baik,anda bisa hidup bahagia walau dengan diabetes.

 

Posted in kencing manis | Tagged , , , | Leave a comment

Manfaat Pare Untuk Kencing Manis

Pare pahit meningkatkan sekresi insulin dalam pankreas. Walaupun masih harus dibuktikan lebih lanjut, ekstrak buah pare meningkatan sekresi insulin dalam pankreas. Dari sekian banyak komponen kimia yang telah ditemukan dalam buah pare, penelitian difokuskan pada senyawa polipeptida yang diisolasi dari biji, yaitu polipeptida-p dan campuran glikosida steroid yang termasuk dalam golongan charantin.

Mengenai aktivitas virusnya, suatu protein MAP 30 dilaporkan bisa menghambat enzim virus HIV integrase dan menyebabkan relaksasi yag inversible dari supoercoiled asam-asam nukleat virus. Perubahan ini mengubah sifat virus  sehingga tidak mampu berintegrasi untuk masuk ke dalam sel genome.

Kecuali itu, juga dilaporkan penurunan kecepatan infeksi ke dalam T-lhympocite dalam HIV tipe-1 dan juga penurunan kecepatan replikasi virus dalam sel yang terinfeksi secara invintro. MAP 30 memiliki aktivitas neoplastik secara invintro pada kanker payudara.

Uji klinik telah banyak dilakukan pada manusia terhadap efek hipoglikemik buah pare pahit, namun masih banyak yang harus diyakinkan sehingga masuh diperlukan lebih banyak lagi uji klinik untuk membuktikan efek buah pare pahit sebagai obat antiabetik.

Penggunaan buah pare sebagai obat, walaupun didalam biji dan kulit buah ada zat lektin yang toksis, buah pare pahit tetap tidak menganggu pencernaan.

Pada penderita diabetes yang menggunakan buah pare pada efek samping yang ditimbulkan bisa mengalami gejala seperti anemia (sakit kepala dan sakit perut). Namun, tidak ada efek toksik pada penggunaan buah pare pahit ini.

Untuk wanita hamil atau wanita menyusui tidak mengonsumsinya sebagai makanan maupun sebagai obat, karena pare pahit adalah aborficient. Selain itu bagi wanita dengan diabetes tipe II, konsumsi buah pare pahit bersama dengan obat diabetes sulfonylurea klorpropamid bisa menyebabkan terjadinya hipoglikemia (turunnya kadar gula darah).

Oleh sebab itu meskipun buah pare pahit atau ektraknya sudah menunjukkan hasil baiik untuk menyembuhkan diabetes tipe II, pengawasan oleh dokter yang merawat juga harus diterapkam secara disiplin bagi pasien kencing manis.

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pare Untuk Diabetes

Pare tergolong tanaman semak semusim. Kandungan gizi yang ada pada pare antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin (A, B, C) dan air. Karena kandungan senyawa dan gizi didalamnya tersebut, maka tanaman ini banyak dimanfaatkan bagi kesehatan.

Rasa pahit yang keluar dari pare karena mengandung komponen kimia kukurbotasin A, B, C, D, E dan I (zat pahit dari golongan triterpen tetrasiklik), saponin, momordisin, dan momordikosid F-1, F-2, G dan I. Kandungan-kandungan tersebut, terdapat dibagian daun, buah dan akar pahit.

Sementara pada bijinya terkandung 20-4- persen protein, 30-50 persen minyak lemak (terutama asamlinoleat 70-90%), zat pahit (momordikosoid A, B, C, D, E, K, I) dan zat pahit kukurbitasin E.

Umumnya buah pare pahit ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sayur pelengkap menu makanan. Tapi, selain bisa digunakan untuk sayur, bagian pare juga bisa dimanfaatkan untuk obat, terutama obat penurun kadar gula dalam darah. Bahkan bagian lain seperti biji dan daunnya juga bisa digunakan untuk obat.

Semuanya sudah melalui penelitian, meskipun masih harus dilanjutkan terutama untuk memperoleh dosis yang tepat untuk pemakaian jangka panjang, karena pengobatnnya diabetes harus dilakukan dalam waktu lama. Selain sebagai penurun kadar gula darah, penelitian terhadap protein yang diisolasi dari buah pare terutama dari bijinya menunjukkan bahwa protein tersebut (MAP 30) mempunyai prospek sebagai obat kanker.

Tidak hanya itu buah pare pahit (untuk menggugurkan kandungan), obat psoriasis,dan menghilangkan kejang pada saluran pencernaan.  Komponen kimia dalam ektrak buah pare oahit menunjukkan kesamaan struktur dengan insulin hewan setelah diteliti melalui elektroforesis dan analisi terhadap spekrum indengan framerahnya. Pare pahit bisa menunjukkan menurunkan glukoneogenesis dalam hepar, dan meningkatkan oksidasi glukosa perifer juga dalam erotrosit dan jaringan timbunan lemak (adipocyt), semuanya mirip dengan aktivitas insulin.

 

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Terapi Insulin Untuk Diabetes

Penderita DM 1 mutlak membutuhkan terapi insulin pengganti. Tatalaksana DM tipe 1 melalui 3 fase. Pertama, fase DKA dengan memberikan cairan, mengembalikan keseimbangan asam basa, elektrolit dan pemberian insulin. Fase dua disebut tahap transisi/ subakut. Bertujuan mengobati faktor-faktor pencetus, seperti infeksi. Juga stabilisasi insulin, meyusun pola diet, olahraga dan edukasi pada orangtua. Fase terakhir, yakni tahap pemeliharaan, bertujuan mempertahankan status metabolik dalam batas normal. 

Sebenarnya orang yang tidak menyandang Diabetes Mellitus-pun perlu mengatur pola makan, dan olahraga. Adapun bagi penderita DM, perlu disuntik insulin yang bisa menimbulkan rasa sakit dan takut pada anak. Padahal, suntikan harus dilakukan terus menerus. Orangtua perlu membujuk dan memberikan arahan bahwa itu semua demi kebaikan dan kesembuhan. Dan bila anak mulai besar, perlu diajari untuk dapat menyuntik sendiri.

Tuntunan untuk orangtua dan anak saat melakukan cek gula darah dan disuntik insulin :

  • Ambil napas dalam-dalam dan keluar perlahan-lahan
  • Berikan joke/ lelucon untuk anak, atau nyanyikan lagu favoritenya selama disuntik
  • Biarkan anak bermain dokter-dokteran dan berpura-pura memberikan suntikan pada orangtua terlebih dahulu
  • Minta anak menceritakan apa yang paling menyenangkan dari itu.
  • Beri ciuman pada tempat suntikan, lakukan suntikan secepat mungkin dan beri ciuman sekali lagi setelah selesai disuntik
  • Beri anak pujian karena berani.
Posted in kencing manis | Tagged , , , , | Leave a comment

Mengenal Kencing Manis

Diabetes Mellitus atau penyakit kencing manis, berasal dari kata Yunani, yang artinya Diabetes adalah pancuran dan Melitus adalah madu atau gula. Penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia.

Istilah Diabetes Mellitus bisa digambaran sebagai gejala diabetes yang tidak terkontrol, karena banyaknya air seni yang keluar mengandung gula atau glukosa. Oleh sebab itu, penyakit ini disebut juga penyakit kencing manis.

Secara definisi medis, definisi diabetes meluas kepada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif.

Latarbelakang Diabetes Melitus

Diabetes Melitus sering dikaitkan dengan mekanisme pengaturan gula normal. Kadar gula pada kondisi tubuh yang normal, akan selalu terkontrol dengan baik, yaitu sekitar 70-110 mg/dL, oleh pengaruh kerja hormon insulin yang diproduksi oleh kalenjar pankreas.

Setiap selesai makan, akan terjadi penyerapan makanan seperti karbohidrat di dalam usus dan menyebabkan kadar gula darah meningkat. Hal ini akan memicu produksi hormon insulin oleh kalenjar pankreas. Hormon insulin ini akan mempengaruhi sebagian besar gula yang ada di dalam darah untuk masuk ke berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalam sel tersebut.

Sel-sel otot tersebut kemudian menggunakan gula untuk beberapa keperluan yakni sebagai energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika masih ada sisa, sisa sebagian tersebut diubah menjadi lemak dan protein.

Diabetes Melitus Tipe 1

Penyebab utama terjadinya Diabetes Melitus Tipe 1 adalah kekurangan hormon insulin pada proses penyerapan makanan.

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama hormon insulin dalam menurunkan kadar gula darah secara alami dengan cara :

* Meningkatkan jumlah gula yang disimpan di dalam hati.
* Merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula.
* Mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak gula.

Jika jumlah hormon insulin berkurang, maka kadar gula yang ada di dalam darah akan meningkat. Makanan yang kita makan akan diolah oleh hati secara kimiawi dan akan menghasikan gula darah. Sebagian gula disimpan sebagai glikogen dan sebagiannya lagi digunakan untuk tenaga.

Disinilah fungsi hormon insulin sebagai “stabilizer” alami terhadap kadar glukosa dalam darah. Jika terjadi gangguan sekresi (produksi) hormon insulin ataupun terjadi gangguan pada proses penyerapan hormon insulin pada sel-sel darah, maka potensi terjadinya diabetes melitus sangat besar sekali.

Diabetes Melitus Tipe 2

Jika penyebab utama pada Diabetes Melitus Tipe 1 adalah dari malfungsi kelenjar pankreas, lain halnya dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Penyebab utama Diabetes Melitus Tipe 2 terjadi pada volume penerima hormon insulin, yaitu sel-sel darah.

Dalam kondisi seperti ini, produktifitas hormon insulin bekerja sangat baik, tetapi tidak didukung oleh kuantitas volume penerima yang cukup pada sel darah, sehingga keadaan ini dikenal dengan sebutan resistensi insulin.

Walaupun belum dapat dipastikan penyebab utama terjadinya resistensi insulin, berikut ini adalah beberapa faktor yang memiliki peranan penting dalam terjadinya hal tersebut :

- Faktor keturunan (herediter)
- Obesitas, terutama pada tubuh yang bentuknya seperti apel atau yang bersifat sentral
- Diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat
- Kurangnya olahraga

Jika gejala diabetes melitus diketahui sejak awal, maka penyakit ini tidak akan menakutkan. Bila dibiarkan, gejala-gejala tersebut akan menjerumuskan kita ke dalam komplikasi yang lebih fatal.

Jika penyakit diabetes melitus ini berlangsung selama bertahun-tahun, maka kondisi penderita akan berpeluang besar menjadi ketoasidosis ataupun hipoglikemia.

Untuk itu, lakukan pemeriksaan dini pada tubuh, tidak perlu menunggu hingga timbul gejala. Karena dengan dilakukan diagnosis dini, dokter dan pasien dapat menanggulangi diabetes melitus dengan baik agar kita mampu mencegah tersebut sebaik-baiknya

Posted in kencing manis | Tagged , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Penyakit Kencing Manis

Diabetes atau yang sering disebut dengan penyakit kencing manis adalah salah satu penyakit paling berbahaya yang pada umumnya diderita oleh seseorang yang mengalami obesitas atau pada orang yang sudah berusia lanjut.

Karena terjadinya penurunan fungsi ginjal di dalam tubuh, sehingga urin tidak diproduksi secara baik. Untuk itu, urin yang dikeluarkan oleh tubuh sangat banyak mengandung glukosa, maka penyakit diabetes ini disebut juga sebagai penyakit kencing manis. Jika penyakit diabetes ini tidak segera ditangani atau diobati, maka penderitanya bisa mengalami gagal ginjal yang tentunya akan sangat berbahaya.

Ciri-Ciri Diabetes

- Sangat sering buang air kecil, terutama di malam hari. Urin yang dikeluarkan juga dalam jumlah yang tidak sedikit
- Sering merasa lapar dan haus. Nafsu makan meningkat secara drastis, tetapi berat badan terus menurun.
- Bila mengerjakan sesuatu, tubuh sangat mudah lelah, lesu, lemas dan cepat mengantuk
- Penderita akan mengalami gangguan penglihatan
- Bila terjadi luka dikulit, sangat sukar untuk kering atau disembuhkan.
- Umumnya terjadi pembengkakan pada kaki penderita.
- Sering merasa gatal-gatal pada permukaan kulit.

Pencegahan Diabetes

- Pastikan pola makan Anda teratur dan seimbang. Dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi setiap hari, pola makan Anda termasuk pola makan yang sehat. Perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak serat dan nutrisi yang berguna bagi tubuh.
- Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung gula atau yang terlalu manis. Misalnya cokelat, permen dan kue.
- Biasakan minum air putih sebanyak 7-8 gelas per hari. Hindari pula minuman manis seperti sirup ataupun minuman bersoda.
- Untuk mencegah diabetes, biasakan berolahraga secara teratur, minimal selama 30 menit setiap harinya.

Posted in kencing manis | Tagged , , , | Leave a comment